Tujuh ratus empat belas. Banyak yang nanya apa sih tujuh ratus empat belas. Ga tau sih mau jelasinnya gimana. Soalnya bingung juga mau mulai darimana. Ok, sebenernya tujuh ratus empat belas itu yaa hanya sekedar angaka. Tidak sepenuhnya hanya sekedar sih -HAHA- hidup ini emang penuh rahasia. Yaa, termasuk rahasia tentang tujuh ratus empat belas ini -aku ga akan pernah menulis dengan angka-
Tujuh ratus empat belas. Pernah membuat aku terbang menembus awan -kiasan belaka yang teramat lebay- pernah juga aku jatuh terduduk lemas. Akunya sih biasa aja -BOHONG!- tapi kok hati rasanya meleleh gitu. Ga tau deh apa namanya tuh.
Awalnya ?
Berawal dari bocah ingusan kelas 5 SD -kalo ga salah- terlalu bocah, tapi yang aku tau ga kok. OK, nah si bocah kecantol sama pria yang waktu itu bisa disebut 'pria dewasa' -LOL- mau cerita selanjutnya ? yaa begitulah bocah itu menyimpan rasa. mulai dari nyembunyiin foto di folder folder yang dibuat dengan anehnnya di komputer dan mulai pura pura salah kirim sms. -Bocah ? Wajar!- begitulah hingga bertahun tahun kemudian si bocah tumbuh menjadi ABG.
Tengahnya ?
Nah, setelah si bocah yang beranjak ABG ini mulai menampakkan kewanitaannya -bukan alat kelamin!- yaa maksudnya begitulah. HAHA. kemudian ga tau kenapa si 'pria dewasa' yang semakin dewasa -TUA lebih tepat!- mulai melirik si ABG ini. dengan segala keindahan yang dimilikinya, si ABG mampu menjatuhkan hati si pria -walaupun bukan hati sebenernya- berlangsung lah yang namanya pedekate yang kemudian dilanjutkan dengan hubungan terselubung antara keduanya. yang membawa keduanya jatuh dalam satu lubang dan tak bisa merangkak untuk keluar. -you know what-
Akhirnya ?
kisah ini tiada akhir. jika diantara keduanya tiada yang ingin mengakhiri -mulai lebih tepatnya- sampai saat post ini anda bac mungkin masih ada hubungan terselubung antara keduanya dan hubungan yang kamu-tau-apa itu sendiri. walaupun sekarang si pria sudah memiliki wanitanya yang halal dan buah dari hubungan halalnya. tapi yaa begitulah hidup. entah apa yang merasuki keduanya.
Aku menyebutnya tujuh ratus empat belas. Aku menyebutnya hubungan abang-adik saja. hanya sekedar abang adik ga lebih -BOHONG! EANGGAK!- ga tau kenapa aku menuliskan ini lucu banget. kayak jatuhin harga diri sendiri buka aib sendiri tapi inilah kenangan yang harus dibekukan, dan kini kulakukan itu. yaa cuma untuk pelajaran.
NB: ceita ini aku sadur dari selembar kertas yang kudapat didepan pintu kamarku.
Semoga bisa yaa mengerti dan memahami apa pun yang ada di post kali ini :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar