awalnya aku ga pernah ngerti setiap kali, orang tuaku atau siapa pun disekitarku yang membicarakan 'rindu dan cinta'. hingga tiba saatnya aku tau, apa itu 'rindu dan cinta' versi mereka. dan kini aku mulai merasakan 'rindu dan cinta'.
hm, sebentar sepertinya bakal banyak yang salah sangka deh sama apa yang bakal ditulis disini. ku bukan mau nulis, postingan ala anak galau jaman sekrang yang ngomongin cinta dn rindu yang ga ada habisnya itu. rindu dan cinta yang akan aku omongin disini bakal lebih hidup dan bakal lebih abadi daripada punya mereka :p
'rindu dan cinta'nya anak SMA jaman sekarang mah ga lepas dari sosok pria - pria disekeliling mereka dan yang tak lazim mereka sebut "pacar". tapi yang bakal aku angkat disini bakal jauh dari sekedar pria - pria biasa.
ini tentang Haramain dan pemiliknya. Haramain, yaa dua kota suci dan pemiliknya.
sungguh, awalnya aku tak pernah mengerti mengapa orang-orang disekitarku bisa bilang bahwa mereka merindukan Haramain dan mencintai Haramain.
dan setelah aku benar-benar merasakan pesonanya, menjejakkan kaki di Haramain. merasakan belai lembut dan sapa hangat dari Tuan Rumah aku merasakan sesuatu yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.
pesonanya sungguh luar biasa memikat. walau tak bertatap dengan sang Tuan Rumah, aku yakin aku disapa dan aku hadir disana karena undanganNya. aku bangga menjadi tamuNya.
berat rasa hati meninggalkan Haramain. meninggalkan pesona indahnya. meninggalkan semua cinta, memendam rindu yang teramat dalam padanya. hingga ku dapatkan satu undangan untuk kemabali bertamu kesana. aku jatuh cinta pada Haramain. aku rindu Haramain.
lirik lagu Roulette - Aku Jatuh Cinta, pas banget menggambarkan ini semua. aku jatuh cinta pada Haramain.
Awalnya kutak mengerti apa yang sedang kurasakan
Segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada
Sejak kau hadir disetiap malam ditidurku
Aku tahu sesuatu sedang terjadi padaku
Sudah sekian lama kualami pedih putus cinta
Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara
Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku
Kau berbeda dari yang kukira
Reff:
Aku jatuh cinta kepada dirinya
Sungguh-sungguh cinta
Oh apa adanya
Tak pernah kuragu
Namun tetap selalu menunggu
Sungguh aku…
Jatuh cinta kepadanya
Coba-coba dengarkan apa yang ingin aku katakan
Yang selama ini sungguh telah lama terpendam
Aku tak percaya membuatku tak berdaya
Tuk ungkapkan apa yang kurasa
Back to Reff.
Kadang aku cemburu
Kadang aku gelisah
Seringnya ku tak mampu lalui hariku
Tak dapat kupungkiri
Hatiku yang terdalam
Betapa aku jatuh cinta kepadanya
'rindu dan cinta itu ga mesti ke lawan jenis loh, nyatanya aku punya cinta yang lebih abadi daripada sekedar cinta ke lawan jenis. aku tetep remaja putri yang normal kok, yang punya rindu dan cinta ke lawan jenis. tapi rindu dan cinta aku ke lawan jenis itu ga akan menghalangi rindu dan cintaku sama yang Maha Baik dong :)
We are in same earth, we see the same moon and yeah we are same as human but we create different story. Here, mine. Don't judge it because God does.
Kamis, 31 Mei 2012
Rabu, 23 Mei 2012
Taat Berbuah Cinta
saat Izrail datang padaMu
tuk tunaikan perintah TuhanMu
saat Kau mengabarkan putriMu
nangis tak sanggup pisah denganMu
Kau pun kabarkan pada putriMu
Kau pertama yang kan menyusulku
tangis senyum hiasi putriMu
wanita cantik yang Kau nikahkan
dengan sahabat yang tak rupawan
dia menerima tanpa beban
walau jodohnya bukan idaman
cinta padaMu yang menguatkan
taat padaMu yang dibanggakan
semua titahMu ia jalankan
ada yang sulit kehidupannya
minta padaMu harta dan doa
Kau bilang sabar tapi memaksa
Kau beri dia domba betina
Kau anjurkan zakat saat kaya
Kau kecewa dia tak setia
murka Robbi pasti dia rasa
Ya Allah Ya Robbi Ya Ilahi
kami menyembah hanya padaMu
Ya Allah Ya Robbi Ya Ilahi
kami memohon pertolonganMu
tunjuki kami jalan ridhoMu
jauhkan kami dari murkaMu
kumpulkan kami dengan kasihMu
setelah Kau tau, keluargaMu akan dibunuh
pengkhianatMu
Kau pun mengadu pada TuhanMu
baginya siksa janji TuhanMu
setelah Kau lihat, para sahabat
yang mati syahid dalam berjihad
Kau pun mengadu pada TuhanMu
baginya sorga janji TuhanMu
setelah Kau tau, dekat ajalMu
berat hatiMu, pada ummatMu
Kau pun mengadu pada TuhanMu
kan bersamaMu janji TuhanMu
Ilahi Robbi, inginnya kami
di hati ini tak ada lagi
yang menghalangi jalan padaMu
ridhoi kami wahai Tuhanku
-umrah, Mei 2012-
tuk tunaikan perintah TuhanMu
saat Kau mengabarkan putriMu
nangis tak sanggup pisah denganMu
Kau pun kabarkan pada putriMu
Kau pertama yang kan menyusulku
tangis senyum hiasi putriMu
wanita cantik yang Kau nikahkan
dengan sahabat yang tak rupawan
dia menerima tanpa beban
walau jodohnya bukan idaman
cinta padaMu yang menguatkan
taat padaMu yang dibanggakan
semua titahMu ia jalankan
ada yang sulit kehidupannya
minta padaMu harta dan doa
Kau bilang sabar tapi memaksa
Kau beri dia domba betina
Kau anjurkan zakat saat kaya
Kau kecewa dia tak setia
murka Robbi pasti dia rasa
Ya Allah Ya Robbi Ya Ilahi
kami menyembah hanya padaMu
Ya Allah Ya Robbi Ya Ilahi
kami memohon pertolonganMu
tunjuki kami jalan ridhoMu
jauhkan kami dari murkaMu
kumpulkan kami dengan kasihMu
setelah Kau tau, keluargaMu akan dibunuh
pengkhianatMu
Kau pun mengadu pada TuhanMu
baginya siksa janji TuhanMu
setelah Kau lihat, para sahabat
yang mati syahid dalam berjihad
Kau pun mengadu pada TuhanMu
baginya sorga janji TuhanMu
setelah Kau tau, dekat ajalMu
berat hatiMu, pada ummatMu
Kau pun mengadu pada TuhanMu
kan bersamaMu janji TuhanMu
Ilahi Robbi, inginnya kami
di hati ini tak ada lagi
yang menghalangi jalan padaMu
ridhoi kami wahai Tuhanku
-umrah, Mei 2012-
Kenangan Terindah di Haramain
inginku ku abadikan kenangan terindahku di haramain, tapi yang kurasa semuanya abstrak. apa yang ingin kutuliskan melebur menjadi satu rasa yang tak terlukiskan.
inginku ku abadikan kehangatan cinta sang Khalik, tapi sekali lagi rasa itu mengabstrak dan tak terlukiskan.
entah rasa ini yang ak tertuliskan adala hadiah dariNya atau karena kesalahanku, hingga rasa yang tercipta tak berbekas.
ku yakinkan hatiku, ku baikkan prasangkaku ini hadiah yang dititipkanNya untukku.
ku syukuri segalanya. aku kembali dalam keadan bahagia, sehat dan penuh cinta.
aku bersalaman denganNya, aku berjumpa denganNya dan aku bercinta denganNya
aku bersalaman dengan kekasihNya, aku berjumpa dengan kekasihNya dan aku bercinta dengan kekasihNya
aku dipeluk hangat oleh sang Maha Segalanya, disambut dengan senyum dibelai dengan mesra.
percintaan paling kekal, percintaan terindah.
inginku ku abadikan kehangatan cinta sang Khalik, tapi sekali lagi rasa itu mengabstrak dan tak terlukiskan.
entah rasa ini yang ak tertuliskan adala hadiah dariNya atau karena kesalahanku, hingga rasa yang tercipta tak berbekas.
ku yakinkan hatiku, ku baikkan prasangkaku ini hadiah yang dititipkanNya untukku.
ku syukuri segalanya. aku kembali dalam keadan bahagia, sehat dan penuh cinta.
aku bersalaman denganNya, aku berjumpa denganNya dan aku bercinta denganNya
aku bersalaman dengan kekasihNya, aku berjumpa dengan kekasihNya dan aku bercinta dengan kekasihNya
aku dipeluk hangat oleh sang Maha Segalanya, disambut dengan senyum dibelai dengan mesra.
percintaan paling kekal, percintaan terindah.
Rabu, 09 Mei 2012
The Best Planner Ever
gadis berjilbab tosca itu memandang kosong ke arah air mancur 200 meter di hadapannya. entah apa yang digundahkannya, entah apa yang begitu dikalutkannya hingga raut wajahnya yang indah sedikit menekuk. tak tau apa dan mengapa, hatiku ingin sekali mendekati dan bertanya. tapiii, siapa aku ? kenal saja tidak dengan gadis berjilbab itu. parasnya, paras bidadari sorga. sekilas terlintas di benakku apa ini nafsu ? hatiku cepat menangkalnya, bukan. ini bukan nafsu. ini suratan. mungkinkah ? aku masih ragu.
empat langkah aku mundur, namun satu lagi rasa hadir di dalam hati. inginkah kau menyesal karena tak bertanya ada apa padanya ? sanggupkah kau mempertanggung jawabkan jika gadis berparas bidadari itu terluka dan kau yang tau tak menyelamatkan ?
tak berfikir panjang, ku ikuti hatiku mendekati gadis berjilbab itu. dalam jarak satu meter ku sapa dia.
"assalamualaikum ?" tak pula berjawab. ingin sekali kusentuh pundaknya, menyadarkannya dari lamunan. namun itu bukan caraku. sekali lagi ku sapa.
"afwan, ukhti." akhirnya ia sedikit mengerjap dan mulai menyadari kehadiranku.
"waalaikm salam, akhi. ada apa?" seraya menangkupkan kedua belah tangannya di depan dada. subhanallah wajahnya, senyumnya, sorot matanya. Allah benar benar pencipta paling sempurna.
"tidak, saya hanya mengkhawatirkan anda. anda terlihat begitu kalut. ada apa ? apa anda baik baik saja ?"
"oh, afwan. tidak. saya tidak apa apa. kadang saya sering merenungi air mancur ini. ini ciptaan manusia, tapi sudah bisa seindah ini. apa lagi ciptaan Allah. pasti akan jauh lebih indah."
"iya, kamu benar. ciptaan Allah memang tiada duanya. mereka sempurna dengan cara Allah menyempurkan. tiada bercacat. saya, Hamdi Muhammad Ariandi. boleh tau nama anda ?"
"oh tentu saja. saya Sahira Firdausi. senang bertemu denganmu. semoga Allah mempertemukan kita di lain kesempatan. ana awwalan yaa.. ada kuliah."
"iya, amiin. silahkan."
dua minggu setelah pertemuan tak disengaja itu.
Sahira Firdausi, gadis berparas bidadari sorga. bersuara semerdu kicau burung yang memuja Allah. bersikap dan berhati mulia. dialah makhluk sempurna, idaman sejuta pria muslim di seluruh dunia.
berkali kali tak sungkan hadir dalam mimpi mimpiku. menjadi bunga tidurku. ah, mungkinkah dia yang tertulis di Lauhul Mahfudzku ?
Hamdi Muhammad Ariandi, pria bersuara gemericik air menenangkan, berhati selembut kapas. mungkinkah dia yang tertulis di Lauhul Mahfudzku ? Robbi, jika benar dia yang Kau ciptakan dari tulang rusukku, pertemukanlah kami dan berilah kami tanda. jika memang bukan dia yang Kau ciptakan dari tulang rusukku, maka hapuslah rasa yang perlahan mulai mengusik ini. aku tak ingin rasa ini merusak rasaku padaMU, cinta.
munajat tak henti dipanjatkan Sahira dalam tiap sujudnya. dalam tiap sujudnya, yang ditemukannya hanya satu, Hamdi lah nama yang tertulis di Lauhul Mahfudznya. semakin dia ragu semakin kuat keyakinan di hatinya bahwa Hamdi adalah nama yang tertulis di Lauhul Mahfudznya.
di hari kesekian setelah munajat pada Robbi, Sahira teringat bahwa ia harus mengikuti sebuah pertemuan di kampusnya. bergegaslah ia pergi ke pertemuan tersebut.
di ruang pertemuan
penyampai materi sedang menceritakan satu kisah di masa lalu tentang seorang wali wanita yang bertemu dengan suami pada pertemuan tak disengaja dan dipertemuan itu sang suaminya langsung mengatakan "kaukah yang tertulis di Lauhul Mahfudzku ?" dan sang wali wanita itu hanya bisa mengangguk dan mengajukan pertanyaan serupa. akhirnya mereka menikah dan hidup dalam bahtera rumah tangga yang sakinah.
terlintas di pikiran Sahira, mungkinkah dirinya dan Hamdi ditakdirkan seperti itu ? betapa Maha Besarnya Allah. di akhir pertemuan, entah apa yang membawaku berjalan ke bangku taman, di belakang kampus. termangu memikirkan apa yang baru saja di ungkapkan oleh penyampai materi barusan.
Astaghfirullah..... sadarku dalam hati. tiba tiba suara gemericik air seakan berbicara padaku.
"Sahira Firdausi, mungkinkah aku tercipta dari tulang rusukmu ? mungkinkah kau yang tertulis di Lauhul Mahfudzku ? walaupun kau bilang, tidak mungkin. hatiku yakini itu. dan ku percaya pada Allah sang Maha Perencana. Allah telah merencanakan pertemuan kita, menyatukan kita dan dengan ridhoNya lah, bersama kita arungi bahtera rumah tangga."
"kau kah itu Hamdi ? fikirku pun tak jauh berbeda denganmu. izinkan aku menjadi wanita paling beruntung dan bahagia untuk menjadi pendamping hidupmu serta menjadi ibi bagi anak anakmu."
empat langkah aku mundur, namun satu lagi rasa hadir di dalam hati. inginkah kau menyesal karena tak bertanya ada apa padanya ? sanggupkah kau mempertanggung jawabkan jika gadis berparas bidadari itu terluka dan kau yang tau tak menyelamatkan ?
tak berfikir panjang, ku ikuti hatiku mendekati gadis berjilbab itu. dalam jarak satu meter ku sapa dia.
"assalamualaikum ?" tak pula berjawab. ingin sekali kusentuh pundaknya, menyadarkannya dari lamunan. namun itu bukan caraku. sekali lagi ku sapa.
"afwan, ukhti." akhirnya ia sedikit mengerjap dan mulai menyadari kehadiranku.
"waalaikm salam, akhi. ada apa?" seraya menangkupkan kedua belah tangannya di depan dada. subhanallah wajahnya, senyumnya, sorot matanya. Allah benar benar pencipta paling sempurna.
"tidak, saya hanya mengkhawatirkan anda. anda terlihat begitu kalut. ada apa ? apa anda baik baik saja ?"
"oh, afwan. tidak. saya tidak apa apa. kadang saya sering merenungi air mancur ini. ini ciptaan manusia, tapi sudah bisa seindah ini. apa lagi ciptaan Allah. pasti akan jauh lebih indah."
"iya, kamu benar. ciptaan Allah memang tiada duanya. mereka sempurna dengan cara Allah menyempurkan. tiada bercacat. saya, Hamdi Muhammad Ariandi. boleh tau nama anda ?"
"oh tentu saja. saya Sahira Firdausi. senang bertemu denganmu. semoga Allah mempertemukan kita di lain kesempatan. ana awwalan yaa.. ada kuliah."
"iya, amiin. silahkan."
dua minggu setelah pertemuan tak disengaja itu.
Sahira Firdausi, gadis berparas bidadari sorga. bersuara semerdu kicau burung yang memuja Allah. bersikap dan berhati mulia. dialah makhluk sempurna, idaman sejuta pria muslim di seluruh dunia.
berkali kali tak sungkan hadir dalam mimpi mimpiku. menjadi bunga tidurku. ah, mungkinkah dia yang tertulis di Lauhul Mahfudzku ?
Hamdi Muhammad Ariandi, pria bersuara gemericik air menenangkan, berhati selembut kapas. mungkinkah dia yang tertulis di Lauhul Mahfudzku ? Robbi, jika benar dia yang Kau ciptakan dari tulang rusukku, pertemukanlah kami dan berilah kami tanda. jika memang bukan dia yang Kau ciptakan dari tulang rusukku, maka hapuslah rasa yang perlahan mulai mengusik ini. aku tak ingin rasa ini merusak rasaku padaMU, cinta.
munajat tak henti dipanjatkan Sahira dalam tiap sujudnya. dalam tiap sujudnya, yang ditemukannya hanya satu, Hamdi lah nama yang tertulis di Lauhul Mahfudznya. semakin dia ragu semakin kuat keyakinan di hatinya bahwa Hamdi adalah nama yang tertulis di Lauhul Mahfudznya.
di hari kesekian setelah munajat pada Robbi, Sahira teringat bahwa ia harus mengikuti sebuah pertemuan di kampusnya. bergegaslah ia pergi ke pertemuan tersebut.
di ruang pertemuan
penyampai materi sedang menceritakan satu kisah di masa lalu tentang seorang wali wanita yang bertemu dengan suami pada pertemuan tak disengaja dan dipertemuan itu sang suaminya langsung mengatakan "kaukah yang tertulis di Lauhul Mahfudzku ?" dan sang wali wanita itu hanya bisa mengangguk dan mengajukan pertanyaan serupa. akhirnya mereka menikah dan hidup dalam bahtera rumah tangga yang sakinah.
terlintas di pikiran Sahira, mungkinkah dirinya dan Hamdi ditakdirkan seperti itu ? betapa Maha Besarnya Allah. di akhir pertemuan, entah apa yang membawaku berjalan ke bangku taman, di belakang kampus. termangu memikirkan apa yang baru saja di ungkapkan oleh penyampai materi barusan.
Astaghfirullah..... sadarku dalam hati. tiba tiba suara gemericik air seakan berbicara padaku.
"Sahira Firdausi, mungkinkah aku tercipta dari tulang rusukmu ? mungkinkah kau yang tertulis di Lauhul Mahfudzku ? walaupun kau bilang, tidak mungkin. hatiku yakini itu. dan ku percaya pada Allah sang Maha Perencana. Allah telah merencanakan pertemuan kita, menyatukan kita dan dengan ridhoNya lah, bersama kita arungi bahtera rumah tangga."
"kau kah itu Hamdi ? fikirku pun tak jauh berbeda denganmu. izinkan aku menjadi wanita paling beruntung dan bahagia untuk menjadi pendamping hidupmu serta menjadi ibi bagi anak anakmu."
Munajat Sepasang Merpati Putih Abu Abu
aku ga pernah tau apa rencana Tuhan. aku juga ga pernah benar benar nuntut sama Tuhan, terutama dala hal "pria". aku hanya menerima dan mensyukuri siapa pun yang Tuhan titipkan padaku, untuk ku kasihi dan kusayangi.
aku pernah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak lagi mengklaim diriku sebagai "milik seseorang" tapi semua itu berubah begitu saja. Tuhan memang MahaKuasa. Tuhan yang mengatur semuanya, dan terjadilah apa yang terjadi saat ini. walau kadang, tak jarang tanya pun tercipta dibenakku.
entah darimana semua ini berawal, yang aku tau Tuhan adalah planner paling sempurna, hingga semua yang terjadi adalah segala sesuatu yang dirancangNya dengan sempurna. dan yang aku tau pula, semua ini telah berjalan dengan baik dan aku bahagia. terima kasih Tuhan, puji dan sujud syukurku padaMU. ku nanti semua rancanganMu untuk hidupku, esok dan seterusnya.
Tuhan, Kau titipkan seorang pria yang ku tau Kau pasti mencintainya untukku cintai. Kau titipkan salah satu hamba yang kuyakini Kau kasihi untukku kasihi. tiada yang lebih dari cinta dan kasihMu. tapi aku coba untuk menjalankan amanah dariMu. mencintainya dan mengasihinya.
aku ikhlas dengan ketetapanMu yaa Robb... dan aku tau ini pasti yang terbaik untukku dan untuknya.
Robbi, jika benar dia yang Kau ciptakan dari tulang rusukku dan namanyalah yang tertulis di Lauhul Mahfudzku, dekatkanlah hati kami. peluk erat kami dengan kasih dan sayangMu agar kami tak salah melangkah. Tetapkan kami untuk selalu berjalan di jalan yang telah Kau ridhoi. jika dia bukan keduanya yaa Robb, jauhkan hati kami dari rasa benci dan sakit yang mendalam. pelihara kami dari rasa kecewa. dan tetapkan kami untuk tetap mencintaiMu dengan cinta yang tinggi. -munajat para pecinta-
aku pernah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak lagi mengklaim diriku sebagai "milik seseorang" tapi semua itu berubah begitu saja. Tuhan memang MahaKuasa. Tuhan yang mengatur semuanya, dan terjadilah apa yang terjadi saat ini. walau kadang, tak jarang tanya pun tercipta dibenakku.
entah darimana semua ini berawal, yang aku tau Tuhan adalah planner paling sempurna, hingga semua yang terjadi adalah segala sesuatu yang dirancangNya dengan sempurna. dan yang aku tau pula, semua ini telah berjalan dengan baik dan aku bahagia. terima kasih Tuhan, puji dan sujud syukurku padaMU. ku nanti semua rancanganMu untuk hidupku, esok dan seterusnya.
Tuhan, Kau titipkan seorang pria yang ku tau Kau pasti mencintainya untukku cintai. Kau titipkan salah satu hamba yang kuyakini Kau kasihi untukku kasihi. tiada yang lebih dari cinta dan kasihMu. tapi aku coba untuk menjalankan amanah dariMu. mencintainya dan mengasihinya.
aku ikhlas dengan ketetapanMu yaa Robb... dan aku tau ini pasti yang terbaik untukku dan untuknya.
Robbi, jika benar dia yang Kau ciptakan dari tulang rusukku dan namanyalah yang tertulis di Lauhul Mahfudzku, dekatkanlah hati kami. peluk erat kami dengan kasih dan sayangMu agar kami tak salah melangkah. Tetapkan kami untuk selalu berjalan di jalan yang telah Kau ridhoi. jika dia bukan keduanya yaa Robb, jauhkan hati kami dari rasa benci dan sakit yang mendalam. pelihara kami dari rasa kecewa. dan tetapkan kami untuk tetap mencintaiMu dengan cinta yang tinggi. -munajat para pecinta-
Langganan:
Komentar (Atom)