Rabu, 05 September 2012

Sebongkah Kenangan Beku yang Mencair

hari yang kita lewati memang tak singkat. ratusan bahkan ribuan hari.aku tak tau bagian mana saja yang terekam indah dimemorimu. aku selalu menghayal kita bisa kembali merajut mimpi di kawah yang sama sambil berjalan bergandengan tangan. aku selalu saja berharap kau kembali seperti sedia kala, memberi senyum di hari hariku. memberi kecupan kecupan mesra saat tanganmu melingkar erat dipinggulku. ah, semua hanya kesemuan yang tercipta hasil dari perpisahan kita. semua hanya harapan harapan dan takkan berubah menjadi kenyataan setelah kita tak lagi bergandeng tangan, setelah kita berjrak satu sama lain.
tapi, ingatkah kamu bagian ini, sepotong kecil bekuan kenangan kucairkan hanya untuk melihat senyummu.
"yaang, kok kayaknya ada yang manggil bunda.. bunda.. gitu deh. deket banget" kataku manja
"ga ada, sayang. jangan parno deh ay."
"ga, ini beneran suaranya nyata banget. percaya deh yaaang" rajukku masih dengan manjanya.
"ayang, mungkin cuma perasaan ayang aja. udah deh sini, deket sama aku aja." seraya menarikku dalam dekapannya
"ay, tau ga hal paling berharga dari semua ini ?"
"emang apa ?"
"dia, dia cantik banget loh ay. andai kamu juga bisa lihat."
"yaaang, jangan bikin merinding deh."
"itu ay, nah tuh dia mendekat. dia Riffa ay. dia yang kita sebut 'anak' cantik deh."
"ayaaang, ke kamar aja gih yang. kamu capek munngkin."
"janji deh ay, buat aku sama dia, kamu bakal balik lagi ngumpul kayak gini suatu saat nanti. walaupun aku tau, ay kamu ga mungkin datang. tapi, please janji yaa sama aku sama dia. jangan buat dia kecewa."
"iya sayang, cuma dia pengikat terakhir hubungan kita. aku janji sama kamu"
hmm, aku ga mau nyairin banyak bekuan kenangan. takut kebawa suasana. mungkin ga sih apa yang kurasa sama kayak yang kamu rasa. kok dihati itu jawabannya, ga ya. beneran ga yah ? hm.. ga masalah sih.

aku! aku sosok rapuh, yang coba menegarkan diriku sendiri hanya dengan berpegang pada janjimu. yang walaupun aku tau, sampai kapanpun janji itu takkan pernah kau tepati. tapi disitulah kekuatanku. aku mampu berjalan tegak, melangkah pasti tanpamu karena aku percaya. tidak, aku yakin dengan sepenuh hati bahwa janji yang terucap takkan pernah sekedar terucap.

aku membuka tanganku selebar mungkin, menyambut datangmu kapan pun engkau suka. kasih, dengarlah walau terbata kan kuucap "rasa kupadamu tak berubah walau badai pernah menghempas, walau angin kencang tak berhenti bertiup, aku masih kekasihmu. aku masih mencintaimu dan aku masih disini menunggumu dengan sejuta senyum, dengan sejuta rindu dan cinta yang kian menggebu, dengan semua hal baru untuk kita lewati. kembalilah kasih. aku disini menunggumu."

lirih kuucap namamu dalam doaku. tangisku untuk sehatmu, bahagiamu, suksesmu. aku disini untukmu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar