ga pernah sebelumnya pulang dari 'rumah peristirahatan' aku menangis. tapi untuk malam tadi pengecualian. aku menangis, bahkan untuk hal yang sebenarnya bodoh. aku tau semua ini bakal terjadi entah cepat atau lambat. mungkin tadi malam itu waktunya. aku sudah berfikir ulang untuk mengangkat masalah itu, karena takut jawabannya tidak sesuai. tapi aku nekat juga untuk mempermasalahkannya, dan yang tidak kuinginkan itulah yang terjadi.
saat itu aku sedang duduk berangkulan dengannya, kepalaku ku sandarkan di dadanya. inilah saat yang paling aku suka. rasanya tak pernah ada beban dihati untuk semua hal yang kami lakukan. aku mulai memainkan gadgetku, tak berapa lama kuacungkan gadget ku kehadapannya seraya berkata "cemburu sama ini" dia terdiam sejenak kemudian mengambil gadgetku dan berkata "siapa ? oh" dengan hati yang sudah meleleh tak tahan untuk membendung air mata aku bertanya dengan lirih "wajar ga sih ?" dan ini lah bagian yang tidak kusuka di malam yang indah ini, dia menjawab "ga tau lah" dan saat itu aku langsung membenamkan kepalaku ke dadanya, aku menangis. dia masih merangkulku, tapi tak lama dia bangkit berdiri meninggalkanku. aku menangis, ya aku menangis. di tempat yang seharusnya aku tertawa tersenyum dan bahagia. karena saat bersamanya adalah saat yang paling aku tunggu tunggu. dia kembali dan mengajakku pulang. aku meninggalkan kamarnya dengan tangis. dengan lemah dan tanpa tawa.
aku tau, aku hanya 'pemuas' baginya, bukan kekasihnya aku tau dia memliki kekasih. tapi dia bertindak istimewa terhadapku. aku wanita normal, aku menyayanginya lebih dari yang dia tau. aku berikan SEGALA yang aku punya. tidak sekedar harta, harga diri kupertaruhkan, jiwa raga kuserahkan. apalagi ? dia bilang sayang, tapi aku tau itu bohong. dia bilang rindu itu hanya kata pengganti 'aku menginginkanmu saat ini'. ah, entahlah. sampai kapan ini akan terus berlanjut. ku tak tau sampai kapan aku bia bertahan.
dia pernah bilang "aku sayang kamu, apasih salahnya kalau kita sama sama" waktu aku tanyakan kenapa aku harus melakukan 'itu' padahal aku bukan pacar dia. lagi, lagi aku harus menguatkan diri. menutup mata dan telinga terhadap apa apa yang membuat sakit dalam menjalani 'hubungan' ini
aku menyayangimu, aku mencintaimu lebih lebih aku menggilaimu dan aku menginginkanmu untuk jadi milikku. semoga kau baca tulisan singkat ini.
terimakasih buat yang udah mau menuliskan kisah ini dalam postingan di blognya. :)
NB : disadur dari selembar catatan yang kutemukan dimotorku sewktu diparkir dimol.
We are in same earth, we see the same moon and yeah we are same as human but we create different story. Here, mine. Don't judge it because God does.
Kamis, 13 September 2012
Rabu, 12 September 2012
Selamat Tanggal 12 September, VINA
yak, 12 September.
sebelum - sebelumnya ga pernah jadi hari yang spesial buat aku. tapi buat 3 tahun belakangan ini beda aja. udah ada yang di spesialin di tanggal 12 Sepetember ini. VINA SARI.
yaa Vina Sari, nama itu membuat hari ini spesial kenapa ? Apalagi kalo bukan ulang tahun. Yaa, hari ini ulang tahun Vina, baru kenal waktu masuk SMA sih. tapi selama 2 tahun lebih di SMA udah banyak yang terlewati, banyak rahasia bareng Vina banyak juga yang dilakukan bareng Vina. Makan, ngedate -EH-, kumpul kebo, syuting, ngerjain tugas, hang out, banyak lah pokonya.
Selamat mengulang hari lahir yaa Vina Ndut. Inget, tujuh belas tahun yang lalu mama berjuang hidup mati untuk ngelahirin kamu. jangan pernah kecewain mama. jadi yang terbaik buat mama, papa, dan semuanya. jadi diri sendiri yaa cincaaaa.... jangan terlalu kurus ntar nda bisa dipanggil ndut lagi. pokoknya be the best deh. Apalagi yaa, ohiya kita mau kelulusan. Semoga lulus dengan nilai yang memuaskan, masuk di universitas dan prodi yang di harapkan. bisa kerja di tempat yang dicita citakan. bisa sukses menggapai cita dan cintanya sesuai titah Allah. :) Cukup. Satu lagi, jadi ORANG YANG TAQWA
SELAMAAAATTTTT!!!!!
ok! cuma bisa ngasih selamat sama do'a nih Vin.
In another life vina would be embem lagi ._.v
sebelum - sebelumnya ga pernah jadi hari yang spesial buat aku. tapi buat 3 tahun belakangan ini beda aja. udah ada yang di spesialin di tanggal 12 Sepetember ini. VINA SARI.
yaa Vina Sari, nama itu membuat hari ini spesial kenapa ? Apalagi kalo bukan ulang tahun. Yaa, hari ini ulang tahun Vina, baru kenal waktu masuk SMA sih. tapi selama 2 tahun lebih di SMA udah banyak yang terlewati, banyak rahasia bareng Vina banyak juga yang dilakukan bareng Vina. Makan, ngedate -EH-, kumpul kebo, syuting, ngerjain tugas, hang out, banyak lah pokonya.
Selamat mengulang hari lahir yaa Vina Ndut. Inget, tujuh belas tahun yang lalu mama berjuang hidup mati untuk ngelahirin kamu. jangan pernah kecewain mama. jadi yang terbaik buat mama, papa, dan semuanya. jadi diri sendiri yaa cincaaaa.... jangan terlalu kurus ntar nda bisa dipanggil ndut lagi. pokoknya be the best deh. Apalagi yaa, ohiya kita mau kelulusan. Semoga lulus dengan nilai yang memuaskan, masuk di universitas dan prodi yang di harapkan. bisa kerja di tempat yang dicita citakan. bisa sukses menggapai cita dan cintanya sesuai titah Allah. :) Cukup. Satu lagi, jadi ORANG YANG TAQWA
SELAMAAAATTTTT!!!!!
| Vina Sari :* |
| See! Masih embem lho, sekarang ? pipinya ilang :( |
| yang dibelakang boleh dikalikan 0 kok :) ._.v nada! |
In another life vina would be embem lagi ._.v
Tujuh Ratus Empat Belas
Tujuh ratus empat belas. Banyak yang nanya apa sih tujuh ratus empat belas. Ga tau sih mau jelasinnya gimana. Soalnya bingung juga mau mulai darimana. Ok, sebenernya tujuh ratus empat belas itu yaa hanya sekedar angaka. Tidak sepenuhnya hanya sekedar sih -HAHA- hidup ini emang penuh rahasia. Yaa, termasuk rahasia tentang tujuh ratus empat belas ini -aku ga akan pernah menulis dengan angka-
Tujuh ratus empat belas. Pernah membuat aku terbang menembus awan -kiasan belaka yang teramat lebay- pernah juga aku jatuh terduduk lemas. Akunya sih biasa aja -BOHONG!- tapi kok hati rasanya meleleh gitu. Ga tau deh apa namanya tuh.
Awalnya ?
Berawal dari bocah ingusan kelas 5 SD -kalo ga salah- terlalu bocah, tapi yang aku tau ga kok. OK, nah si bocah kecantol sama pria yang waktu itu bisa disebut 'pria dewasa' -LOL- mau cerita selanjutnya ? yaa begitulah bocah itu menyimpan rasa. mulai dari nyembunyiin foto di folder folder yang dibuat dengan anehnnya di komputer dan mulai pura pura salah kirim sms. -Bocah ? Wajar!- begitulah hingga bertahun tahun kemudian si bocah tumbuh menjadi ABG.
Tengahnya ?
Nah, setelah si bocah yang beranjak ABG ini mulai menampakkan kewanitaannya -bukan alat kelamin!- yaa maksudnya begitulah. HAHA. kemudian ga tau kenapa si 'pria dewasa' yang semakin dewasa -TUA lebih tepat!- mulai melirik si ABG ini. dengan segala keindahan yang dimilikinya, si ABG mampu menjatuhkan hati si pria -walaupun bukan hati sebenernya- berlangsung lah yang namanya pedekate yang kemudian dilanjutkan dengan hubungan terselubung antara keduanya. yang membawa keduanya jatuh dalam satu lubang dan tak bisa merangkak untuk keluar. -you know what-
Akhirnya ?
kisah ini tiada akhir. jika diantara keduanya tiada yang ingin mengakhiri -mulai lebih tepatnya- sampai saat post ini anda bac mungkin masih ada hubungan terselubung antara keduanya dan hubungan yang kamu-tau-apa itu sendiri. walaupun sekarang si pria sudah memiliki wanitanya yang halal dan buah dari hubungan halalnya. tapi yaa begitulah hidup. entah apa yang merasuki keduanya.
Aku menyebutnya tujuh ratus empat belas. Aku menyebutnya hubungan abang-adik saja. hanya sekedar abang adik ga lebih -BOHONG! EANGGAK!- ga tau kenapa aku menuliskan ini lucu banget. kayak jatuhin harga diri sendiri buka aib sendiri tapi inilah kenangan yang harus dibekukan, dan kini kulakukan itu. yaa cuma untuk pelajaran.
NB: ceita ini aku sadur dari selembar kertas yang kudapat didepan pintu kamarku.
Semoga bisa yaa mengerti dan memahami apa pun yang ada di post kali ini :)
Tujuh ratus empat belas. Pernah membuat aku terbang menembus awan -kiasan belaka yang teramat lebay- pernah juga aku jatuh terduduk lemas. Akunya sih biasa aja -BOHONG!- tapi kok hati rasanya meleleh gitu. Ga tau deh apa namanya tuh.
Awalnya ?
Berawal dari bocah ingusan kelas 5 SD -kalo ga salah- terlalu bocah, tapi yang aku tau ga kok. OK, nah si bocah kecantol sama pria yang waktu itu bisa disebut 'pria dewasa' -LOL- mau cerita selanjutnya ? yaa begitulah bocah itu menyimpan rasa. mulai dari nyembunyiin foto di folder folder yang dibuat dengan anehnnya di komputer dan mulai pura pura salah kirim sms. -Bocah ? Wajar!- begitulah hingga bertahun tahun kemudian si bocah tumbuh menjadi ABG.
Tengahnya ?
Nah, setelah si bocah yang beranjak ABG ini mulai menampakkan kewanitaannya -bukan alat kelamin!- yaa maksudnya begitulah. HAHA. kemudian ga tau kenapa si 'pria dewasa' yang semakin dewasa -TUA lebih tepat!- mulai melirik si ABG ini. dengan segala keindahan yang dimilikinya, si ABG mampu menjatuhkan hati si pria -walaupun bukan hati sebenernya- berlangsung lah yang namanya pedekate yang kemudian dilanjutkan dengan hubungan terselubung antara keduanya. yang membawa keduanya jatuh dalam satu lubang dan tak bisa merangkak untuk keluar. -you know what-
Akhirnya ?
kisah ini tiada akhir. jika diantara keduanya tiada yang ingin mengakhiri -mulai lebih tepatnya- sampai saat post ini anda bac mungkin masih ada hubungan terselubung antara keduanya dan hubungan yang kamu-tau-apa itu sendiri. walaupun sekarang si pria sudah memiliki wanitanya yang halal dan buah dari hubungan halalnya. tapi yaa begitulah hidup. entah apa yang merasuki keduanya.
Aku menyebutnya tujuh ratus empat belas. Aku menyebutnya hubungan abang-adik saja. hanya sekedar abang adik ga lebih -BOHONG! EANGGAK!- ga tau kenapa aku menuliskan ini lucu banget. kayak jatuhin harga diri sendiri buka aib sendiri tapi inilah kenangan yang harus dibekukan, dan kini kulakukan itu. yaa cuma untuk pelajaran.
NB: ceita ini aku sadur dari selembar kertas yang kudapat didepan pintu kamarku.
Semoga bisa yaa mengerti dan memahami apa pun yang ada di post kali ini :)
Rabu, 05 September 2012
Sebongkah Kenangan Beku yang Mencair
hari yang kita lewati memang tak singkat. ratusan bahkan ribuan hari.aku tak tau bagian mana saja yang terekam indah dimemorimu. aku selalu menghayal kita bisa kembali merajut mimpi di kawah yang sama sambil berjalan bergandengan tangan. aku selalu saja berharap kau kembali seperti sedia kala, memberi senyum di hari hariku. memberi kecupan kecupan mesra saat tanganmu melingkar erat dipinggulku. ah, semua hanya kesemuan yang tercipta hasil dari perpisahan kita. semua hanya harapan harapan dan takkan berubah menjadi kenyataan setelah kita tak lagi bergandeng tangan, setelah kita berjrak satu sama lain.
tapi, ingatkah kamu bagian ini, sepotong kecil bekuan kenangan kucairkan hanya untuk melihat senyummu.
"yaang, kok kayaknya ada yang manggil bunda.. bunda.. gitu deh. deket banget" kataku manja
"ga ada, sayang. jangan parno deh ay."
"ga, ini beneran suaranya nyata banget. percaya deh yaaang" rajukku masih dengan manjanya.
"ayang, mungkin cuma perasaan ayang aja. udah deh sini, deket sama aku aja." seraya menarikku dalam dekapannya
"ay, tau ga hal paling berharga dari semua ini ?"
"emang apa ?"
"dia, dia cantik banget loh ay. andai kamu juga bisa lihat."
"yaaang, jangan bikin merinding deh."
"itu ay, nah tuh dia mendekat. dia Riffa ay. dia yang kita sebut 'anak' cantik deh."
"ayaaang, ke kamar aja gih yang. kamu capek munngkin."
"janji deh ay, buat aku sama dia, kamu bakal balik lagi ngumpul kayak gini suatu saat nanti. walaupun aku tau, ay kamu ga mungkin datang. tapi, please janji yaa sama aku sama dia. jangan buat dia kecewa."
"iya sayang, cuma dia pengikat terakhir hubungan kita. aku janji sama kamu"
hmm, aku ga mau nyairin banyak bekuan kenangan. takut kebawa suasana. mungkin ga sih apa yang kurasa sama kayak yang kamu rasa. kok dihati itu jawabannya, ga ya. beneran ga yah ? hm.. ga masalah sih.
aku! aku sosok rapuh, yang coba menegarkan diriku sendiri hanya dengan berpegang pada janjimu. yang walaupun aku tau, sampai kapanpun janji itu takkan pernah kau tepati. tapi disitulah kekuatanku. aku mampu berjalan tegak, melangkah pasti tanpamu karena aku percaya. tidak, aku yakin dengan sepenuh hati bahwa janji yang terucap takkan pernah sekedar terucap.
aku membuka tanganku selebar mungkin, menyambut datangmu kapan pun engkau suka. kasih, dengarlah walau terbata kan kuucap "rasa kupadamu tak berubah walau badai pernah menghempas, walau angin kencang tak berhenti bertiup, aku masih kekasihmu. aku masih mencintaimu dan aku masih disini menunggumu dengan sejuta senyum, dengan sejuta rindu dan cinta yang kian menggebu, dengan semua hal baru untuk kita lewati. kembalilah kasih. aku disini menunggumu."
lirih kuucap namamu dalam doaku. tangisku untuk sehatmu, bahagiamu, suksesmu. aku disini untukmu :)
tapi, ingatkah kamu bagian ini, sepotong kecil bekuan kenangan kucairkan hanya untuk melihat senyummu.
"yaang, kok kayaknya ada yang manggil bunda.. bunda.. gitu deh. deket banget" kataku manja
"ga ada, sayang. jangan parno deh ay."
"ga, ini beneran suaranya nyata banget. percaya deh yaaang" rajukku masih dengan manjanya.
"ayang, mungkin cuma perasaan ayang aja. udah deh sini, deket sama aku aja." seraya menarikku dalam dekapannya
"ay, tau ga hal paling berharga dari semua ini ?"
"emang apa ?"
"dia, dia cantik banget loh ay. andai kamu juga bisa lihat."
"yaaang, jangan bikin merinding deh."
"itu ay, nah tuh dia mendekat. dia Riffa ay. dia yang kita sebut 'anak' cantik deh."
"ayaaang, ke kamar aja gih yang. kamu capek munngkin."
"janji deh ay, buat aku sama dia, kamu bakal balik lagi ngumpul kayak gini suatu saat nanti. walaupun aku tau, ay kamu ga mungkin datang. tapi, please janji yaa sama aku sama dia. jangan buat dia kecewa."
"iya sayang, cuma dia pengikat terakhir hubungan kita. aku janji sama kamu"
hmm, aku ga mau nyairin banyak bekuan kenangan. takut kebawa suasana. mungkin ga sih apa yang kurasa sama kayak yang kamu rasa. kok dihati itu jawabannya, ga ya. beneran ga yah ? hm.. ga masalah sih.
aku! aku sosok rapuh, yang coba menegarkan diriku sendiri hanya dengan berpegang pada janjimu. yang walaupun aku tau, sampai kapanpun janji itu takkan pernah kau tepati. tapi disitulah kekuatanku. aku mampu berjalan tegak, melangkah pasti tanpamu karena aku percaya. tidak, aku yakin dengan sepenuh hati bahwa janji yang terucap takkan pernah sekedar terucap.
aku membuka tanganku selebar mungkin, menyambut datangmu kapan pun engkau suka. kasih, dengarlah walau terbata kan kuucap "rasa kupadamu tak berubah walau badai pernah menghempas, walau angin kencang tak berhenti bertiup, aku masih kekasihmu. aku masih mencintaimu dan aku masih disini menunggumu dengan sejuta senyum, dengan sejuta rindu dan cinta yang kian menggebu, dengan semua hal baru untuk kita lewati. kembalilah kasih. aku disini menunggumu."
lirih kuucap namamu dalam doaku. tangisku untuk sehatmu, bahagiamu, suksesmu. aku disini untukmu :)
Just A Shuffling Words
udah jamuran aja blognya. maaf yaa pembaca setia -kayak yang punya pembaca aja- berapa bulan ini vakum ngeblog. ga tau alasannya apa. semua terjadi gitu aja. yang jelas ini rencana Allah untuk hidup saya.
nah, dipost kali ini ga tau mau ngomong apa, mau cerita apa juga ga tau. kemampuan menulis, kemampuan membaca berkurang sekitar 150% lah. alasan ? lagi lagi saya cuma bisa jawab, ga tau. banyak mungkin faktor yang menyebabkan itu, karena kebanyakan jadi ga bisa terucap lagi deh.
for your information nih, ngetik postingan ini sambil nyusut ingus, ngapusin air yang keluar dari mata. ga tau kenapa malam ini, ancur banget. perasaan ga keruan gini. bawaan nangis aja.
nah, yang parahnya nih ya. kalo udah nangis gini cuma inget sama satu orang. siapa diaaaa ???? tadaaa sebut saja dia Mr. P nahlo, Mr. P ini dulu -dulu yaaa, duluuuuu bangeeeeeeet- yang selalu meluk saya kalo lagi nangis yaa sejenis Shoulder To Cry laah.. tenang aja gitu kalo udah dipeluk dia. serasa beban tuh terisap abis.hayoooo itu air mata dijaga bisa ga ? kok makin dereeees ??? aaaa :'(
perasaan makin campur aduk aja nih, udah deh ah. ga usah maksa buat nulis lagi. mumet. buntu.
ok, kalo mood membaik mungkin lanjut nulis. karena selain Mr. P yang paling setia sampe sekarang cuma pulpen kertas yaa ditambah laptop sama internet network deh kalo jaman jaman sekarang.
see you next, darliiiiiing *kecupkecupmmmuuuahh*
nah, dipost kali ini ga tau mau ngomong apa, mau cerita apa juga ga tau. kemampuan menulis, kemampuan membaca berkurang sekitar 150% lah. alasan ? lagi lagi saya cuma bisa jawab, ga tau. banyak mungkin faktor yang menyebabkan itu, karena kebanyakan jadi ga bisa terucap lagi deh.
for your information nih, ngetik postingan ini sambil nyusut ingus, ngapusin air yang keluar dari mata. ga tau kenapa malam ini, ancur banget. perasaan ga keruan gini. bawaan nangis aja.
nah, yang parahnya nih ya. kalo udah nangis gini cuma inget sama satu orang. siapa diaaaa ???? tadaaa sebut saja dia Mr. P nahlo, Mr. P ini dulu -dulu yaaa, duluuuuu bangeeeeeeet- yang selalu meluk saya kalo lagi nangis yaa sejenis Shoulder To Cry laah.. tenang aja gitu kalo udah dipeluk dia. serasa beban tuh terisap abis.hayoooo itu air mata dijaga bisa ga ? kok makin dereeees ??? aaaa :'(
perasaan makin campur aduk aja nih, udah deh ah. ga usah maksa buat nulis lagi. mumet. buntu.
ok, kalo mood membaik mungkin lanjut nulis. karena selain Mr. P yang paling setia sampe sekarang cuma pulpen kertas yaa ditambah laptop sama internet network deh kalo jaman jaman sekarang.
see you next, darliiiiiing *kecupkecupmmmuuuahh*
Seuntai Kata Penenang Untuk Jiwa Yang Hancur
perih suara hati tak terdengar
degup jantung yang semakin memburu
mata yang kian memanas
entah apa yang membawaku dalam kondisi ini
perasaan berantakan
puzzle puzzle hati berserakan tak tentu
bangunan kokoh di hati ini hancur tak bersisa
keping terakhir bertuliskan namamu
membawaku jatuh semakin dalam
semakin terpuruk
menjemput tangis yang sedari tadi berlomba bercucuran
ku lirik langit yang menaungiku
gelap, tanpa bintang
seperti aku, tanpamu
kau tinggal kenangan tak bernyawa dalam pikiranku
kau raja tak bertahta dalam hatiku
tapi kini, aku berdiri tegak karena kenangan
aku berjalan menengadah karena menciintai raja tak bertahta di hatiku
walau aku tau kau menyandang predikat selamanya
tapi aku terlalu rpuh untuk sanggup bertahan
aku hanya tumpukan tumpukan kenangan
aku hanya.... yaaa aku hanyaaa sekedar
tak lebih
kini ku tau kau memang penguatku
aku berdiri karenamu
dan terjatuh karenamu
kini, untuk kesekian kalinya aku berdiri dan bangkit
KARENAMU.
kamu yang tak mungkin kembali
kamu yang kini bayang semu
kamu yang hanya sekedar hidup dihatiku
degup jantung yang semakin memburu
mata yang kian memanas
entah apa yang membawaku dalam kondisi ini
perasaan berantakan
puzzle puzzle hati berserakan tak tentu
bangunan kokoh di hati ini hancur tak bersisa
keping terakhir bertuliskan namamu
membawaku jatuh semakin dalam
semakin terpuruk
menjemput tangis yang sedari tadi berlomba bercucuran
ku lirik langit yang menaungiku
gelap, tanpa bintang
seperti aku, tanpamu
kau tinggal kenangan tak bernyawa dalam pikiranku
kau raja tak bertahta dalam hatiku
tapi kini, aku berdiri tegak karena kenangan
aku berjalan menengadah karena menciintai raja tak bertahta di hatiku
walau aku tau kau menyandang predikat selamanya
tapi aku terlalu rpuh untuk sanggup bertahan
aku hanya tumpukan tumpukan kenangan
aku hanya.... yaaa aku hanyaaa sekedar
tak lebih
kini ku tau kau memang penguatku
aku berdiri karenamu
dan terjatuh karenamu
kini, untuk kesekian kalinya aku berdiri dan bangkit
KARENAMU.
kamu yang tak mungkin kembali
kamu yang kini bayang semu
kamu yang hanya sekedar hidup dihatiku
Langganan:
Komentar (Atom)