Minggu, 18 November 2012

Chapter 1 : Supadio, You and I tears apart.

Minggu, 18 Nopember 2012
Bandar Udara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat

Aku tercenung diantara lautan manusia di area departure. Aku memperhatikan jalannya aktivitas rutin yang semrawut disini. Tempat umum memang, sebuah bandar udara di Kalimantan Barat, Bandar Udara Supadio. Banyak orang lalu-lalang di hadapanku, entah itu penumpang, pengantar, petugas bandara atau bahkan para calo penjaja tiket. Tak ambil pusing aku dengan keadaan sekelilingku, selain teriknya matahari pagi itu yang seakan membakar kulitku.Aku berjalan pelan mecari tempat yang sedikit terlindung dari panasnya mentari pagi. Lambat aku berjalan dan kemudian aku berhenti ketika mataku menemukan satu objek pandang yang menarik. Aku sejenak mengerjap, aku mencoba melihat lebih jelas lagi. Seorang gadis berjilbab dan bergamis, berdiri di depan pintu yang memisahkan penumpang dan pengantar tatapannya tajam kearah dalam ruangan. Ruangan dalam sepintas aku lihat tak jauh beda padatnya, hanya saja ruang dalam tersebut menggunakan banyak pendingin ruang. Aku mencoba mencari tau apa yang sedang diperhatikan sang gadis. Gadis ini sepertinya mengantar pergi seorang yang cukup berarti baginya. Tak cukup sampai disitu, aku ikuti arah pandangnya dan aku temukan sosok seorang pria berkoko putih sedang berdiri di kejauhan. Aku rasa pria berkoko putih itulah yang menjadi objek pandangnya. Aku kembalikan arah pandangku ke arah sang gadis. Riak-riak airmata tampak disana. dan akhirnya meneteslah satu tetes bening airmata yang cepat dihapusnya.Satu keyakinan dihatiku muncul begitu saja, pria berkoko putih yang sekilas tampak wajah Arabiannya itulah yang menjadi sumber utama tangis itu tertuai.
Aku ambil kesimpulan, pria itu pasti pria yang dicintainya, pria yang kepergiannya tak diinginkan oleh sang gadis. Tapi, sang gadis tabah dan sabar, dengan senyum dia melepas prianya terbang membelah langit.
Aku mendekat dan aku rasakan satu aura baru disekitarnya, Tak kuhabiskan waktuku, aku bertanya siapa namanya, tak terjawab. sudahlah, aku pun tak keberatan untuk memanggilnya dengan sang gadis.

Kamis, 15 November 2012

14th November's Girl

November 14, 2012

Sebuah ruang sudut di sebuah rumah sepi.
Ia tampak gelisah, sibuk dengan kesibukan yang tak tentu. Menulis, merobek, menggunting dan melipat kertas hvs warna warni, entah apa yang dipikirkannya entah apa yang sedang dikerjakannya. Aku mendekat mencoba mencari tau apa yang sedang dikerjakannya. Aku tau! dia sedang mencoba membuat surat cinta, yaa dia mencoba menulis surat cinta dan membuat amplopnya sendiri. Aku masih tak tau siapa orang yang dimaksud dalam surat cinta itu. Aku semakin mendekat dan mendekat. aku baca kalimat per kalimat yang tertulis rapi di dalam lembaran surat itu. Ah, tak kutemukan juga nama si penerima surat disana. Lebih seksama aku baca setiap kata yang tertulis condong ke kanan itu, tulisan tangan yang cukup rapi pikirku.nihil, tak jua kutemukan apa yang kucari, tapi aku dapat mengambil kesimpulan sendiri surat cinta itu ditujukan pada seorang yang dulunya yaa bisa disebut mantan pacarlah kasarnya. bedanya sepertinya dia seorang pecinta luar biasa. aku salut. ternyata, si penerima surat sedang berulang tahun. kembali aku baca kartu ucapannya dan kutemukan namanya disana.
terteralah sebuah tulisan indah ini, "Happy Birthday 17th Arif Permana Putra" dan sisa dari kertas itu dipenuhi dengan harapan dan doa doa dari si gadis. betapa luar biasanya gadis ini. pecinta sejati.
Singkat cerita segala apa yang dipersiapkan gadis ini dengan susah payah dan kerja keras harus berbalas sebuah kekecewaan. surat yang dibuatnya dengan penuh cinta sejuta air mata ternyata tak pernah disimpan oleh yang meminta surat itu. tapi dia tetap tersenyum tetap dengan cintanya, bertahan dan tetap mencinta. luar biasa pikirku! tapi aku katakan lagi, dia gadis luar biasa.walau terlihat jelas beda rona wajahnya tapi senyum itu tetap mengembang diwajahnya. sekali lagi, aku salut!
aku tersenyum kearah si gadis memberi tanda bahwa apa yang dilakukannya benar dan aku mendukungnya. dihadapkan dengan tiga pilihan sulit. gadis ini memilih satu pilihan yang tak pernah sebelumnya tersirat atau tersurat dalam ingatannya. setelah itu aku berpisah dengannya dan hingga postingan ini anda baca mungkin saya belum bertemu dangan gadis luar biasa ini.
doaku hanya satu untuknya...... tetap sabar dan hatinya dapat melihat, memilih dan menimbang mana yang baik untuknya dan tidak.
suatu saat nanti jika aku bertemu dengannya. aku ingin tak ada lagi airmata yang mengandung sejuta makna di pelupuk matanya.

Gadis..........

tarrra!!!

alhamdulillah ternyata saya masih bernafas dan masih bisa posting hari ini setelah sekitar hampir dua bulan ga posting. maaf sebelumnya buat para pembaca saya baru lagi hari ini setelah postingan terakhir tanggal 13 September kemarin. alasan dan hal lain yang menyebabkan tidak akan saya ungkap disini hehe. :D
ga bakal panjang-panjang postingan pembuka ini, segini aja kok. oke see you.