Kamis, 13 September 2012

Dia

ga pernah sebelumnya pulang dari 'rumah peristirahatan' aku menangis. tapi untuk malam tadi pengecualian. aku menangis, bahkan untuk hal yang sebenarnya bodoh. aku tau semua ini bakal terjadi entah cepat atau lambat. mungkin tadi malam itu waktunya. aku sudah berfikir ulang untuk mengangkat masalah itu, karena takut jawabannya tidak sesuai. tapi aku nekat juga untuk mempermasalahkannya, dan yang tidak kuinginkan itulah yang terjadi.
saat itu aku sedang duduk berangkulan dengannya, kepalaku ku sandarkan di dadanya. inilah saat yang paling aku suka. rasanya tak pernah ada beban dihati untuk semua hal yang kami lakukan. aku mulai memainkan gadgetku,  tak berapa lama kuacungkan gadget ku kehadapannya seraya berkata "cemburu sama ini" dia terdiam sejenak kemudian mengambil gadgetku dan berkata "siapa ? oh" dengan hati yang sudah meleleh tak tahan untuk membendung air mata aku bertanya dengan lirih "wajar ga sih ?" dan ini lah bagian yang tidak kusuka di malam yang indah ini, dia menjawab "ga tau lah" dan saat itu aku langsung membenamkan kepalaku ke dadanya, aku menangis. dia masih merangkulku, tapi tak lama dia bangkit berdiri meninggalkanku. aku menangis, ya aku menangis. di tempat yang seharusnya aku tertawa tersenyum dan bahagia. karena saat bersamanya adalah saat yang paling aku tunggu tunggu. dia kembali dan mengajakku pulang. aku meninggalkan kamarnya dengan tangis. dengan lemah dan tanpa tawa.
aku tau, aku hanya 'pemuas' baginya, bukan kekasihnya aku tau dia memliki kekasih. tapi dia bertindak istimewa terhadapku. aku wanita normal, aku menyayanginya lebih dari yang dia tau. aku berikan SEGALA yang aku punya. tidak sekedar harta, harga diri kupertaruhkan, jiwa raga kuserahkan. apalagi ? dia bilang sayang, tapi aku tau itu bohong. dia bilang rindu itu hanya kata pengganti 'aku menginginkanmu saat ini'. ah, entahlah. sampai kapan ini akan terus berlanjut. ku tak tau sampai kapan aku bia bertahan.
dia pernah bilang "aku sayang kamu, apasih salahnya kalau kita sama sama" waktu aku tanyakan kenapa aku harus melakukan 'itu' padahal aku bukan pacar dia. lagi, lagi aku harus menguatkan diri. menutup mata dan telinga terhadap apa  apa yang membuat sakit dalam menjalani 'hubungan' ini
aku menyayangimu, aku mencintaimu lebih lebih aku menggilaimu dan aku menginginkanmu untuk jadi milikku. semoga kau baca tulisan singkat ini.

terimakasih buat yang udah mau menuliskan kisah ini dalam postingan di blognya. :)

NB : disadur dari selembar catatan yang kutemukan dimotorku sewktu diparkir dimol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar