"Aku akan datang padamu, untuk menjadikanmu yang halal bagimu. Tunggu aku wahai insan yang diberkati Allah wajah indah. Aku akan datang dan menjadi apa yang pernah kau harapkan" ucap Rangga lirih.
Kalimat perpisahan itu, kalimat yang akan memisahkan jarak antara Rangga dan Tari, kalimat itu pula yang mengiringi perginya Rangga. Tari terduduk lemas dengan surat dan mawar dipelukannya. Sesaat ia berdiri dan menutup jendela. Kembali dengan semua keresahannya, ia buka amplop bergambar matahari jingga tersebut.
Untuk Mentari yang menerangi hatiku,
Ku tulis surat ini dengan bulir air mata.
Aku tak mau kau bersedih, hai yang indah parasnya.
Kau tau, betapa berat ketika aku harus pergi dari sisimu, wahai yang lembut tutur katanya ?
Aku sampaikan padamu, betapa aku mencintaimu.
Betapa aku menginginkanmu untuk temani sisa hidupku
Betapa tingginya harapku pada-MU wahai Tuhan yang Maha Mencintai, untuk menjadikan wanita yang membaca surat ini yang halal bagiku.
Aku pergi untuk mempersiapkan hidup kita di masa yang akan datang, hai orang yang kucintai.
Dan aku kembali untuk memastikan kau menjadi teman hidupku kelak.
Untuk menjadi ibu bagi anak-anakku.
Untuk menjadikanmu mentari di siang dan malamku.
Hatiku untukmu.
Detak jantungku mengingatkan, bahwa aku harus tetap hidup hingga kurengkuh kau dalam bahteraku.
Aku pergi untukmu, juga kembali untukmu wahai wanita berhati perak.
Tersenyumlah dan sambut aku dengan peluk cintamu.
Dengan airmata dan cinta,
RANGGA JINGGA ATMADWINGGA
Semakin jadi tangis Tari. Namun, ia percaya dan yakin bahwa ini awal dari penantian yang akan berakhir dengan senyum bahgia. Dengan lembut di kecupnya tipis surat itu, ia hirup dalam wangi mawar dan ia pun terlelap dalam tidurnya.
Teruntuk kekasih yang dititipkan Tuhan padaku,
Aku akan menunggumu hingga habis waktuku, wahai lelaki yang aku cintai suaranya.
Aku akan menjadi apa yang kau harapkan dengan semua yang terbaik, hai yang akan menjadi yang halal bagiku.
Aku sampaikan padamu.
Aku berharap yang terbaik darimu
Aku takkan lelah berdiri di area penantianku
Aku takkan berhenti menunggumu disimpang jalan hidupku
Setiap malam aku berharap, datangnya kau seiring terbitnya fajar
Aku mencintaimu dengan segala kerendahan hatiku
Dengan peluk hangat penuh rindu,
Yang halal bagimu,
MENTARI EDELWIS
:'(
BalasHapusko sedih gitu ?
BalasHapusterharuh
BalasHapus