Hari Sabtu-Minggu 3-4 Desember 2011 ini saya mengikuti kegiatan pelatihan di STAIN Pontianak.
Saya ingin sedikit berbagi dengan kalian semua, apa yang telah saya dapat kemarin dan hari ini.
Ini hanya berdasar dari catatan-catatan yang saya buat disaat pelatihan. Jadi, apabila sekiranya postingan ini isinya berantakan, maklum sajalah..
Disini, kita akan membicarakan sedikit banyak tentang dakwah dan pendakwah (da'i). Jadi dalam berdakwah ada tiga komponen penting yang harus ada dalam setiap pendakwahan tersebut, yakni da'i (pendakwah), mad'u (sasaran dakwah) dan materi dakwah. Kenapa tiga komponen tersebut harus ada? Ya, karena tanpa salah satu dari komponen tersebut dakwah takkan berlangsung dengan baik dan jauh dari kata benar. Contohnya, dakwah tanpa seorang da'i. Bisakah itu terjadi ? Tentu saja tidak. Begitupula dengan dakwah tanpa mad'u. Siapa yang akan mendengar? Siapa yang akan merealisasikan tujuan dakwah tersebut. Demikian pula dengan materi dakwah. Nah, maka dari itu ketiga komponen dakwah ini dikatakan sangat pengtin dan harus ada. Karena tanpa adanya salah satu dari komponen dakwah itu, dakwah tidak akan pernah terjadi. Benar atau salah?
Yang kedua, setelah kita tahu apa saja yang harus ada dalam dakwah itu, kita juga harus tau apa tujuan dakwah itu. Nah, tujuan dakwah itu ada tiga yakni informatif, persuasif serta rekreatif. Tujuan pertama, informatif, dakwah yang informatif ini bersifat memberi. Dalam hal ini memberi informasi. Informasi apa? Tentu saja berkaitan erat dengan tema yang diusung serta apa yang menjadi topik bahasan dalam dakwah tersebut. Untuk tujuan yang kedua, persuasif, persuasif disini adalah tujuan dakwah yang berupa ajakan, himbauan dan bahkan pengaruh-pengaruh, dalam hal positif tentunya. Selanjutnya tujuan ketiga, rekreatif, rekreatif ini adalah menghibur. Banyak para da'i-da'i yang menyisipkan bahkan sedikit mengutamakan tujuan ini, untuk apa? Untuk menyegarkan suasana. Tak ayal banyak jema'ah yang tidur ketika mendengarkan ceramah atau semacamnya, kenapa? Ya itu tadi, karena suasana yang monoton, membosankan dan lain sebagainya. Informatif, persuasif dan rekreatif ini tidak hanya berlaku untuk dakwah saja, ini lebih umumnya digunakan sebgai pidato. Dalam konteks ini pula, salah satu metode dakwah itu adalah pidato. Maka dengan yakin saya sebutkan disini bahwa ketiganya tujuan dakwah. Selain itu tujuan dakwah ini, yang jelas untuk menyerukan kebajikan dan mencegah kemungkaran. Dari tujuan utama ini, maka lahirlah tujuan-tujuan sampingan seperti, dakwah ini bertujuan untuk melahirkan keharmonisan dan keseimbangan antara makhluk dan sang Khalik, keharmonisan antara makhluk dan makhluk, serta keharmonisan dalam hidup bermasyarakat. Itulah tujuan-tujuan yang dapat kita capai dari berdakwah.
Setelah kita berbicara tentang tujuan dakwah, sekarang kita bahas tentang masalah-maslah apa saja yang bisa diangkat sebagai tema atau bahsan-bahasan dalam dakwah tersebut. Menurut Ust.Syahrani (salah satu narasumber dalam pelatihan ini) secara garis besar, masalah yang diangkat dalam dakwah ini terbagi atas dua, yakni :
1. Masalah Ubudiyah
Masalah Ubudiyah ini menyangkut tentang hubungan antara makhluk dan sang Khalik. Poin-poinnya adalah sebagai berikut :
- Kemusyrikan (menyekutukan Allah)
- Kemurtadan (pindah keyakinan dan agama)
- Pelecehan terhadap sya'riat (hukum Allah)
2. Masalah Kemanusiaan
Masalah kemanusiaan ini sangatlah kompleks. Banyak sekali masalah-masalah kemanusiaan yang bisa diangkat menjadi sebuah bahasan dalam dakwah atau pidato, seperti :
- Kehidupan sosial bermasyarakat
- Ekonomi
- Politik
- Hubungan antara manusia dengan alam dan manusia dengan tumbuh-tumbuhan juga hewan
- Budaya
- Hukum
- Lingkungan hidup
Ada dua macam dakwah, yakni dakwah bil qaul (lisan) dan dakwah bil hal (perbuatan).Cara kita menyampaikan dakwah juga ada dua yang pertama dakwah dengan tatap muka (face to face) dakwah yang seperti ini biasanya dilakukan apabila menharapkan efek perubahan tingkah laku yang secara langsung. Yang kedua, dakwah dengan media, dakwah yang seperti ini biasanya hanya untuk mencapai tujuan pertama, yaitu informatif. Jadi, dakwah dengan media ini umumnya bersifat informatik. Efek yang diharapkan dari dakwah itu sendiri ada tiga, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Sekarang kita lihat bagaimana karakteristik da'i yang baik, antara lain :
1. Mendalami pengetahuan Al-Qur'an dan Hadits
2. Menggabungkan pengetahuan lama dan modern
3. Menguasai bahasa setempat
4. Mengetahui cara dan adab berdakwah
5. Berakhlak mulia
6. Bijaksana dan berpenampilan baik
7. Pandai memilih judul, menjauhkan apa-apa yang membawa keraguan
8. Da'i adalah pemimpin sudah seharusnya seorang da'i dapat dijadikan panutan atau teladan
Sudah kita ketahui bersama bagaimana karakteristik da'i yang baik, nah sekarang bagaimana kepribadian da'i masa kini yang diharapkan. Berikut kriterianya,
a. Lemah lembut dan berakhlaqul karimah
b. Memberi kemudahan
c. Bisa menyesuaikan diri dengan mad'u, utamanya dalam hal bahasa
d. Adab dakwah yang benar
Dari karakteristik dan kepribadian da'i yang telah disebutkan diatas, maka kita juga harus mengetahui apa-apa saja yang menentukan keberhasilan dakwah, berikut ini salah satunya :
a. Kemuliaan da'i tersebut
b. Keikhlasan
c. Memahami audien
d. Metode
e. Do'a
Tentunya dalam masyarakat da'i memiliki fungsi dan peran tersendiri, antara lain sebgai berikut :
1. Sebagai pengajak (penyeru)
2. Sebagai pemberi informasi agama yang baik dan benar
3. Sebagai motifator (pemberi berita gembira)
4. Menjadi pemutus masalah-masalah agama (tempat orang bertanya)
5. Menjadi teladan, panutan dll.
6. Menjadi pemimpin sekaligus orang tua bagi masyarakat.
Itu hanya sebagian kecil dari apa yang saya dapat dari pelatihan ini. Selain apa yang telah disebutkan diatas, saya juga ingin berbagi sedikit tentang pidato yang juga saya dapat dari pelatihan ini.
Beberapa jenis pidato, yaitu :
1. Impromtu, yakni jenis pidato dadakan. Contohnyaa ketika kita sedang menghadiri suatu acara, sebutlah peringatan hari besar Islam, pengisi acaranya bahkan penceramahnya tidak hadir. Dan saat itu kita ditunjuk untuk menggatikannya. Pidato atau ceramah yang kita sampaikan saat itu, termasuk dalam jenis yang pertama ini.
2. Manuskrip, jenis pidato yang pertama bersifat dadakan tentunya tidak ada konsep yang sisiapkan sebelumnya. Jauh berbeda dengan jenis pidato manuskrip ini, jenis pidato ini ialah dimana kita menyampaikan pidato dengan membaca naskah pidato. Yaa, terkadang pidato jenis terkesan teksbook, monoton dan membosankan.
3. Memoriter, namanya saja memori tentu saja mengandalkan daya ingat. Disini pidato memoriter yaitu dengan cara mengingat semua kata demi kata, titik koma dalam naskah yang telah disiapkan oleh da'i. jenis dakwah ini kurang efektif. Karena jika terjadi lupa walau hanya satu kata dapat menimbulkan efek yang luar biasa.
4. Ekstempore, nah inilah jenis pidato yang paling baik dan efektif. Kenapa? Karena pidato ini tidak mengandalkan daya ingat, tidak mengandalkan naskah namun mengandalkan improvisasi. Jadi pidato ini hanya memerlukan dua bagian penting, yaitu outline dan supporting points.
Inilah sedikit ilmu yang dapat saya bagi kepada semua pembaca. Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya. Maaf jika terjadi kesalahan-kesalahan, karena memang kesalahan datangnya dari saya dan kebenaran mutlak milik Allah. Terima kasih kepada kakak-kakak panitia Pelatihan Da'i/Da'iyah se-Kota Pontianak yang tidak dapat saya sebutkan satu-satu (karena memang ga kenal), Ka Mita, Ka Dewi, Ka Abdus Syakur, Ka Ahmad Mutamakin, Ka Supriadi, Ka Susi, Ka Alimin (ini hanya berdasar pendengaran dan ingatan saya, bukan karena memihak, dimohon untuk tidak merasa envy).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar