semburat jingga langit
tangan dingin Tuhan lukiskan cinta
tidaklah berucap melainkan pujian
tidaklah mata memandang melainkan takjub
semburat jingga langit
hantarkan raja siang ke peraduan
senyum bulan terangi malam
kerlip bintang indahkan malam
pujiku tak berucap
sapaku tak bersuara
syahdu tangisku wakil hati
lirih nama-MU tak henti terucap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar