wahai orang yang namanya terselip dalam setiap doaku.
aku menyayangimu, tak ubahnya kusayangi diriku sendiri.
aku sikapimu, tak ubahnya ku sikapi suamiku sendiri.
dengarkan lirih untaian kata hatiku untukmu, wahai orang yang ku harap menjadi imamku kelak.
aku sayang kamu, aku cinta kamu.
walaupun cintaku padamu tak lebih dari cintaku pada Tuhanku.
aku ingin memilikimu.
aku ingin menjadi tempatmu berbagi tawa, senyum, tangis dan derita.
aku ingin menjadi yang pertama nikmati senyummu, dengar sapaan mesramu di setiap awal hariku.
mungkin aku tak layak dan tak baik untukmu, wahai orang yang akan menjadi ayah bagi anak anakku
namun ku yakin aku bis menjadi yang terbaik bagimu dan kamulah yang terbaik untukku
maafku ku sampaikan jika terselip salah dalam kebersamaan kita.
kembalikan kepercayaanmu padaku
dan aku akan menjaganya seperti aku menjaga jiwa serta hatiku, wahai yang kucintai suaranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar