Jumat, 04 Januari 2013

Chapter 2 : J.Co, You and I Tears Apart

J.Co Donuts and Coffe, Ayani Mega Mall, Pontianak

aku sedang bersantai dengan segelas iced cappuccino dah dua buah donat sebagai hidangan. aku tidak menunggu siapa pun disini. aku hanya meluruskan niatku untuk meminun segelas iced cappuccino. hingga saat mataku menemukan objek pandang menarik. lagi lagi seorang gadis berjilbab, kali ini aku tau tak apa yang menjadi kekalutannya. aku perhatikan, ya dia sang gadis. sang gadis yang berbulan bulan lalu aku temui di bandar udara. lagi, gadis ini tampak dengan sejuta pertanyaan dibenakku. gundah dan gelisah seakan menjadi hijab wajah cantiknya. kekalutan dan kebimbangan seakan menjadi pakaiannya. namun sekali lagiaku melihat ketegaran di matanya. ketegaran yang kokoh. aku yakin di hati mulianya pasti ada benteng kokoh yang menguatkannya. aku bangga. tidak seperti waktu, kali ini aku tak dapat
megambil kesimpulan begitu saja akan apa yang menjadi kebimbangannya. kini yang ada dihadapannya hanyalah satu cup yogurt yang mencair dan sebuah blackberry, gadget sang gadis. aku juga tak dapat mengambil kesimpulan bahwa yang menjadi sumber kekalutannya adalah blackberrynya, karena dunia yang ada di dalam blackberry itu jauh lebih luas daripada yang kau bayangkan. terlintas dibenakku untuk mengampirinya tapi aku teringat kali terakhir aku menghampirinya, aku tak digubris. kini aku putuskan untuk kembali melihatnya dari kejauhan. sekali waktu aku melihatna mengetik dengan blackberrynya, entah apa yang ditulisnya pun aku tak tau. tak bisa kutebak pula. aku putuskan untuk memindahkan bangkuku sedikit ke kanan agar dapat melihat jelas bagaimana mimik mukanya. tak kusangka wajahnya jauh lebih dari apa yang aku bayangkan. jauh lebih muram. cantiknya paras gadis ini pun lenyap sudah. kini tak hanya satu tetes yang langsung dihapus cepat oleh sang gadis. tapi ia biarkan dirinya menangis. menangisi entah apa . sang gadis terluka lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar