ketika air mata terpaksa di hari hari yang sudah terlanjur di rajut dengan indahnya cinta.
ketika semua senyum dan tawa terlupakan begitu saja dan tangis hadir tanpa undangan.
ketika kenangan akan indahnya hari hari kita menertawakan kerapuhanku, menertawakan setiap bulir air mata yang menetes menggantikan senyum di wajahku
aku, aku yang sudah melupakan bagaimana cara menangis setelah bersamamu kini tanpa susah payah mengingatnya aku pun menangis sejadi jadinya. tak ada alasan kuat sebenarnya untuk menangis. seulas senyummu tibatiba hadir dan melekat di pelupuk mataku disaat itulah air mata itu menghampiri malamku tanpa permisi. senyummu, tawamu, indah suaramu, tatap mesra matamu semua begitu nyata dihadapku. aku semakin lemah tangisku pun semakin jadi.
aku terlalu menyayangimu, aku takut untuk berbuat salah padamu
aku terlalu menyayangimu, aku takut jika kau harus terluka karenaku
aku terlalu menyayangimu, aku takut jika aku mengecewakanmu
aku terlalu menyayangimu, aku takut jika aku menyakitimu
aku harus terima kenyataan bahwa aku akan mengecewakanmu dengan kenyataan bahwa aku tidak baik untukmu. bahkan, aku mungkin tak pernah seperti yang kau bayangkan. aku, aku bukan apa apa, aku seonggok kepingan kepingan hati yang hancur yang ketika kau menemukanku kau perbaiki aku, kau rekatkan kembali tiap kepingan dengan lembutnya hatimu, tulusnya kasih sayangmu. aku seonggok barang tak layak pakai, yang kau ambil dan kau jadikan sesuatu yang berharga. kau tak pernah tau siapa aku. bahkan orang orang yang kau kenal disekelilingmu pun tak tau siapa aku dibalik semua yang kau saksikan ini.
kau ? kau sosok yang terlalu sempurna untuk aku yang tak sempurna. tapi apa dayaku, hatiku telah memilihmu unuk menjadi dermaga dari sekian lama pelayaran ini
terima kasih cinta, telah menyatukan kami
terima kasih cinta, telah mengubah 'aku' dan 'kau' menjadi 'kita'
terima kasih cinta, telah mengubah tawa dan senyum menjadi tangis
kau berikan warna baru dihidupku. aku tau kau menyayangiku lebih dari apapun, maka dari itulah aku benar benar takut untuk mengecewakanmu. aku juga menyayangimu. kita jaga bersama keutuhan ini, hingga mimpi kita bisa kita wujudkan :)
dengan hati yang tak menentu dan air mata yang tak terbendung. rangkaian kata ini terukir dan terpahat menjadi bekuan kenangan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar